Kita patut berbangga, karena berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik dalam beberapa tahun terakhir, ini terbukti dengan masuknya Indonesia dalam jajaran G-20, yaitu kumpulan 20 negara dengan volume ekonomi terbesar di dunia. Tetapi, tingginya pertumbuhan ekonomi ini sebagian besar masih ditopang oleh sektor konsumsi rumah tangga dan pemerintah, yaitu sekitar 69 %. Padahal untuk menjadi negara yang betul-betul tanggguh dan maju, pertumbuhan ekonomi kita harus ditopang oleh sektor-sektor yang produktif.
Belum optimalnya sektor-sektor produktif ini terjadi, salah satu penyebabnya adalah karena presentase jumlah wirausaha di Indonesia sampai saat ini masih rendah, yaitu baru mencapai sekitar 0,18% dari total penduduk sekitar 250 juta jiwa. Padahal idealnya jumlah wirausaha di sebuah negara sekitar 2% dari populasi. Sebagai pembanding, Amerika Serikat (AS) mempunyai presentase jumlah wirausaha sebesar 11,5%, China dan Jepang 10% serta Singapura dan Malaysia yang masing-masing 7,2% dan 5%. Hal ini sangat memungkinkan mengingat pertumbuhan kelas menengah Indonesia yang cukup pesat seiring dengan membaiknya perekonomian negeri ini. Kelas menengah inilah potensi pasar besar bagi para pelaku usaha